Media Coverage

Halaman ini berisi beberapa liputan media, baik media cetak maupun online, mengenai buku ataupun hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saya.

2017

Harian KOMPAS, 12 Maret 2017, halaman 12: Citra Bisnis di Kalender Milenial

 

Kegemaran generasi millenials gonta-ganti pekerjaan tercermin dari asilo risel terkait generasi millenials pada kurun Agustus 2015 hingga Januari 2017 yang digelar platform komunitas daring untuk berbagi informasi sputar dunia kerja dan perusahaan, Jobplanet.com. Salah satu hasil riset dengan total lebih dari 90.000 responden memperkuat stigma negatif bahwa generasi Y doyan pindah kerja.

Chief Product Officer Jobplanet Kemas Antonius dan Public Relations Manager Restituta Ajeng A memaparkan hasil riset bahwa 76,8 persen dari generasi Y ternyata memilih keluar dari pekerjaan setelah bekerja 1-2 tahun. Dibandingkan dengan generasi X, generasi milenial memiliki tingkat engagement yang lebih rendah terhadap pekerjaan mereka.

Kebanyakan dari mereka hanya bertahan 1-2 tahun di tempat kerja sebelum memutuskan berpindah kerja. Mereka terutama karyawan berusia 21-25 tahun.

Harian KOMPAS, 12 Februari 2017, halaman 15: Bonus Demografi Si Doyan Pindah

PT Freeport Indonesia yang masuk daftar Jobplanet sebagai korporasi terbaik 2016 unggul dalam hal gaji dan tunjangan serta work-life balance.

“Diakui oleh para karyawan Freeeport, unggul dalam aspek work-life balance, budaya perusahaan, manajemen, serta gaji dan tunjangan,” jelas PR Manager Jobplanet di Indonesia Restituta Ajeng Arjanti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Freeport berada di posisi keempat dalam rilis Jobplanet dengan nilai PT Freeport Indonesia sebesar 4,23. Sementara itu, PT Chevron Pacific Indonesia mendapatkan rating 4,32 dan menempati posisi teratas dari kepuasan karyawannya, diikuti PT Pertamina mendapatkan nilai 4,26.

Perusahaan terbaik yang terpilih melalui riset Jobplanet adalah perusahaan yang mendapatkan penilaian tertinggi dari para karyawannya, yakni perusahaan dengan tingkat kepuasan karyawan di atas 3,50.

Wartaekonomi.co.id, 5 Januari 2017: Gaji dan Tunjangan Karyawan Jadi Keunggulan Freeport Indonesia

2016

Profesi Baru Menuntut Keahlian Khusus

Harian KOMPAS, 5 April 2016, halaman 12: Profesi Baru Menuntut Keahlian Khusus

Menurut Public Relations Manager Jobplanet Indonesia Restituta Ajeng Arjanti, pencari kerja yang tertarik bekerja di usaha rintisan bisa mencari informasi tentang perusahaan tujuan di Jobplanet.com. Contoh informasi yang dicari mencakup aspek budaya, lingkungan, posisi, dan rentang kerja di perusahaan.

Menurut Restituta, siapa pun bisa mendaftar di Jobplanet.com, lalu memasukkan informasi tentang perusahaan yang dituju, gaji, dan posisi jabatan.

Jobplanet pernah melakukan riset pada pengguna terkait perusahaan rintisan populer. Riset dilakukan pada awal 2016 dengan mengacu pada jumlah kunjungan ke laman berisi profil dan ringkasan informasi. Akhir Januari 2016, sebanyak 51 usaha rintisan bidang teknologi telah terdaftar dengan total pengunjung sekitar 45.000.

Hasilnya, ada lima perusahaan rintisan populer, yakni Tokopedia (31,73 persen), Bukalapak (13,54 persen), PT Global Digital Niaga atau Blibli.com (7,30 persen), dan PT ECart Services Indonesia atau Lazada (6,68 persen).

Harian KOMPAS, 5 April 2016, halaman 12: Profesi Baru Menuntut Keahlian Khusus 

2015

“Prinsipnya kami ikut di ajang Jakarta Great Online Sale ini sebagai wujud eksistensi di tengah para pengguna internet di Indonesia. Baidu menyediakan link khusus untuk memudahkan para penggila belanja online yang ingin memanfaatkan diskon di JGOS ketika memakai Baidu Browser maupun Hao123,” kata Restituta Ajeng Arjanti, Media Relations Manager Baidu Indonesia kepada tim Techno.id, Senin (19/06/2015).

Techno.id, 19 Juni 2015: Manjakan pengguna, Baidu sediakan link khusus ke JGOS 2015

2012

Apa itu technopreneurship? Mengapa technopreneurship begitu menggiurkan?  Lalu, siapa yang disebut dengan technopreneur? Dan apa itu startup? Apa hubungannya dengan technopreneurship?

Pertanyaan-pertanyaan ini langsung terlontar ketika pertama kali saya mulai membaca buku “Startup, Indonesia!”. Saya beruntung, Restituta Ajeng Arjanti dan Reney Lendy Mosal yang mengarang buku ini tidak hanya menulis bagi pada penggiat bisnis digital. Dengan bahasa yang sederhana dan jelas, Ajeng dan Reney berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu pembaca seputar dunia bisnis digital.

Kompas.com, 22 Oktober 2012“Startup, Indonesia!”, Inspirasi Memulai Bisnis Digital

Two Indonesian authors have compiled success (and failure) stories in a book aimed at a general audience. “Startup, Indonesia!” aims to inspire and reach out to potential technopreneurs.

Restituta Ajeng Arjanti and Reney Lendy Mosal have decided to write a book about both success and failure stories from tech startup founders in the country, in the “latest wave of dot-com era,” from around 2006 and beyond. Written in Bahasa, the book was published by local company KOMPAS, which is fond of publishing content with social, cultural and political themes. As far as we can recall, this is the first tech-oriented book they have published.

e27.co, 20 Desember 2012: “Startup, Indonesia!” shares success and failure stories to inspire aspiring technopreneurs

2008

Sebagaimana juga dikutip oleh Restituta Ajeng Arjanti (dalam situs QB Creative), Menteri Perdagangan juga menyebutkan tiga aspek penting TIK dalam menciptakan industri kreatif, yakni TIK sebagai industri, TIK sebagai alat untuk menciptakan industri, dan TIK sebagai alat untuk mengerti tentang pasar dan konsumen.

Menperdag bahkan memperlihatkan TIK sebagai jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi industri musik dewasa ini, yakni pembajakan.

Kompas.com, 15 Oktober 2008: Dari “Laskar Pelangi” ke Laskar Kreatif