Jumpa Hachiko dan Pablo di Kota Metropolitan Tokyo

Jauh beda dengan Kyoto yang lekat dengan budaya tradisional Jepang, Tokyo adalah kota yang metropolis banget. Kalau memang berencana untuk belanja barang-barang branded di Jepang, di sinilah ‘surga’-nya.

Di Tokyo, saya hanya mampir ke kawasan Shibuya dan Shinjuku, Tokyo Disneysea, sowan ke Tokyo Tower, dan pergi ke daerah Akihabara khusus untuk mengejar cheese cake “Pablo” yang terkenal banget di Jepang.

Shibuya dan Hachiko

Shibuya dikenal sebagai daerah fashion anak muda. Ikon yang paling terkenal di daerah ini adalah patung Hachiko di depan pintu keluar stasiun Shibuya. Achievement unlocked—saya sudah punya foto bareng Hachiko! 😀

Hachiko

Akhirnya kesampaian berfoto bareng Hachiko. Eh, Hachiko punya teman kecil rupanya!

Shibuya Crossing

Shibuya Crossing yang dikenal sebagai persimpangan paling sibuk di dunia.

Shinjuku terletak gak terlalu jauh dari Shibuya. Gak banyak yang saya lihat di sini, karena—menurut saya—daerah ini gak jauh beda dengan Shibuya. Ada banyak tempat perbelanjaan yang “classy” di sini. Mungkin karena saya memang gak berniat untuk belanja, jadi gak ada yang menarik perhatian saya di sini.

Untuk teman-teman yang hobi belanja, Ginza juga bisa jadi destinasi kamu di Tokyo. Sayang, saya cuma punya waktu tiga hari dua malam di Tokyo. Jadi banyak tempat yang gak sempat saya kunjungi, termasuk Ginza. Semoga lain kali saya bisa ke sana lagi, ya. 🙂

Tokyo Disneysea

Hari kedua di Tokyo, saya pergi ke Tokyo DisneySea. I love Disney, meskipun saya gak suka main wahana-wahana yang bikin jantung dagdigdugkejedagkejedug. Mengingat keterbatasan waktu dan harga tiket masuk Disney yang lumayan mahal, jadi saya putuskan untuk gak mampir juga ke Tokyo Disneyland. Alasan lain mengapa saya gak ke Disneyland, ya karena DisneySea—untuk sekarang ini—hanya ada satu di dunia dan itu di Tokyo. Oiya, HTM Tokyo DisneySea lumayan nih, 6.900 yen. Dengan kurs Rp120 per yen sewaktu saya di sana, harganya jadi Rp828.000 kalau dirupiahkan. Doh, mahal juga yak… 😀

Disney train

Naik kereta Disney menuju Tokyo Disneysea.

Toy Story

Toy Story mania harus ke sini!

Aquatopia

Aquatopia, salah satu atraksi di Tokyo Disneysea.

merry go round

Main komidi putar. Ah, rasanya gak mau pulang kembali ke Jakarta.

Tokyo Tower

Hari berikutnya, saya mengunjungi Tokyo Tower yang jadi ikon kota Tokyo, dan dikenal sebagai the best city landmark-nya Jepang. Salah satu motivasi saya ke Tokyo Tower adalah untuk melihat puncak Gunung Fuji. Tapi, dengan kamera ponsel dan kamera poket mirrorless yang saya bawa, saya cuma bisa mendapatkan foto puncak gunung tertinggi di Jepang itu seadanya. Hiks

Tokyo Tower

Tokyo Tower, the best city landmark in Japan.

Harga tiket masuk ke Tokyo Tower dibagi dua. Untuk ke lantai observasi utama (main observatory) di ketinggian 150 meter, HTM-nya 900 yen. Kalau mau naik ke lantai observasi khusus (special observatory) di ketinggian 250 meter, pengunjung harus membeli tiket tambahan seharga 700 yen. Jadi total 1.600 yen kalau mau naik sampai lantai paling atas ya.

Dari atas Tokyo Tower, kita bisa melihat pemandangan Kota Tokyo sekaligus puncak Gunung Fuji yang tertutup es. Seperti ini fotonya.

Gunung Fuji

Puncak es Gunung Fuji dilihat dari lantai observasi Tokyo Tower.

Pablo, Akhirnya…

Kelar di Tokyo Tower, sisa waktu saya di kota itu tinggal sedikit karena saya harus kembali ke Jakarta malam harinya. Akhirnya saya putuskan untuk mampir ke Akihabara khusus untuk berburu cheese cake yang terkenal di Jepang—“Pablo”!

Iya, saya ke Akihabara demi cheese cake, bukan demi Gundam, robot-robotan, atau barang elektronik! Sebenarnya ini gara-gara Ava, sohib saya. Si Ava bilang, “Di Jepang gue nyobain cheese cake Pablo. Enak banget!”

Sebagai orang yang suka ngemil, saya jadi merasa wajib mencicipi dong ya. Jadi Pablo punya beberapa cake shop dan kafe yang ada di beberapa kota—di kawasan Dotonbori, Osaka; di Shibuya dan Akihabara, Tokyo. Sewaktu di Osaka, saya gak sempat mampir ke toko kue Pablo. Kemalaman, karena tokonya tutup jam 20.30 malam. Sewaktu di Shinjuku pun, saya kesulitan mencari lokasinya. Sepertinya kafe atau cake shop-nya ada di dalam gedung, jadi agak sulit mengikuti arahan Google Maps.

Akihabara

Akihabara, daerah di Tokyo yang dikenal sebagai pusat mainan dan elektronik.

Syukurlah akhirnya saya menemukan toko Pablo di Akihabara! Jadi gak penasaran lagi. Saya bawa pulang 2 cheese tart ke Jakarta! Lol! Karena cuaca di Jepang saat itu masih dingin banget, dan udara kabin di pesawat juga (pasti) dingin, jadi saya berani bawa pulang cake ke Jakarta. Sekarang, saya gak penasaran lagi dengan Pablo! Makasih Ava untuk rekomendasi Pablo-nya. 😀

cheese tart Pablo

Gak tanggung-tanggung, saya bawa pulang dua cheese tart “Pablo”. Karena masih musim dingin dan kabin di pesawat dingin, saya jadi gak takut kuenya rusak.

Pablo mini

Ternyata ada Pablo mini juga loh, di Akihabara! Ini tokonya. Antreannya selalu panjang.

Setelah Pablo terbeli, saya lega deh. Hihihi, sudah gak ada lagi yang saya cari di Tokyo. My mission in Tokyo has accomplished—foto bareng Hachiko, lihat puncak Gunung Fuji, dan beli Pablo cheese tart!

Tapiiii, saya berharap suatu hari bisa kembali ke sana lagi, atau bahkan tinggal di sana. Saya suka kehidupan di sana dan budayanya! 🙂

*) Untuk dokumentasi, saya menggunakan ponsel Asus Zenfone 2 plus power bank Asus ZenPower 10050mAh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.