Jatuh Cinta dengan Jepang

Saya jatuh cinta dengan Jepang. Negeri orang-orang yang ramah dan sopan, yang menjunjung tinggi budaya mereka. Transportasinya yang bagus, makanan-makanannya yang enak, lingkungannya yang terjaga, teknologi yang canggih, toilet yang bersih, serta budaya yang dijunjung tinggi.

Dari sekian banyak negeri yang pernah saya kunjungi, dari antara tempat-tempat yang pernah saya singgahi, ada beberapa yang ingin saya kunjungi kembali. Tapi, baru Jepang yang bikin saya bercita-cita untuk bisa tinggal di sana, kelak, suatu saat nanti.

Semesta mendukung. Begitu kesan saya untuk perjalanan saya ke Jepang belum lama ini. Awalnya saya sempat ragu untuk merencanakan perjalanan tersebut. Coba baca coretan saya di sini, deh. Bahkan menjelang tanggal keberangkatan pun, saya ragu untuk berangkat. Pekerjaan tumplek-blek. Rasanya banyak sekali yang harus diselesaikan supaya bisa liburan dengan tenang.

Tapi, setelah saya pikir-pikir… Ah, kerjaan kalau diikutin mah gak bakal ada habisnya. Ingat pepatah, “All work no play makes Jake a dull boy.”

Akhirnya, pergilah saya ke Jepang. Kota-kota yang jadi tujuan saya adalah Osaka, Kyoto, dan Tokyo. Dan, saya amat bersyukur karena mengambil keputusan yang tepat. Ya, karena perjalanan ini, saya jatuh cinta dengan Jepang.

Si Oshin bersiap naik Shinkansen.

Oshin sudah siap naik Shinkansen.

Cerita perjalanan ke Jepang ini saya bagi dalam beberapa bagian ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.