Keliling Ternate dalam Dua Hari

Pertengahan Oktober lalu saya menyempatkan diri untuk berlibur ke daerah Timur Indonesia, tepatnya ke Ternate dan Tidore di Maluku Utara. Saya gak perlu menjelaskan perjalanannya secara deskriptif, ya. Rasanya foto-foto berikut ini sudah bisa jadi oleh-oleh buat pengunjung blog ini, sekaligus kenang-kenangan buat saya. 🙂

Postingan ini khusus untuk destinasi pertama saya, yakni Ternate. Ada banyak obyek wisata menarik di Ternate. Beberapa yang saya kunjungi adalah Danau Laguna, Pantai Falajawa, Fort Oranje, Benteng Tolukko, Danau Tolire, Kawasan Wisata Batu Angus, dan Pantai Sulamadaha.

Danau Laguna
Sisi lain Danau Laguna di Desa Ngade, Ternate, Maluku Utara.
Pulau Maitara dan Tidore
Pemandangan asli Pulau Maitara dan Tidore. Selama ini saya cuma melihat gambarnya di uang kertas Rp1.000.
Pantai Falajawa Ternate
Pantai Falajawa, difoto dari atas Resident Bridge, sebuah dermaga yang menjadi tempat bersandar beberapa speed boat di Ternate.
Fort Oranje
Fort Oranje atau Benteng Oranje di Ternate (dalam tahap renovasi). Benteng ini didirikan pada tahun 1607 oleh Cornelis Matelief de Jonge, seorang Laksamana VOC yang membantu mengusir Bangsa Spanyol dari Ternate, atas ijin dari Sultan Ternate. Benteng ini lalu dipakai sebagai benteng pertahanan sekaligus kantor dan pusat pemerintahan bagi para gubernur jenderal VOC. Benteng ini menjadi bukti bahwa Ternate merupakan ibukota pertama VOC, sebelum dipindah ke Batavia.
Fort Oranje
Di salah satu bangunan dalam Benteng Oranje, terdapat makam Susanna, istri dari Anthonij Van Voorst, salah seorang Gubernur VOC. Menurut cerita dari pengurus Benteng Oranje, Susanna meninggal saat melahirkan anaknya. Di atas makamnya terdapat ukiran bergambar kucing, hewan kesayangannya. Konon, setiap malam bulan purnama, ada penampakan kucing di dalam bangunan tsb. Ada juga yang bilang kucing itu lalu berubah menjadi seorang wanita. Ceritanya mistis, ya. Entah benar atau tidak, semoga Susanna beristirahat dengan tenang.
Benteng Tolukko Ternate
Benteng Tolukko (atau sering disebut Benteng Hollandia) di Ternate dibangun oleh Portugis pada tahun 1540, dan direnovasi oleh Belanda pada tahun 1610. Benteng ini dikenal dengan bentuknya, yang jika dilihat dari atas udara, menyerupai alat kelamin pria. Dari dalam benteng tsb, kita bisa menikmati pemandangan pantai serta Pulau Halmahera dan Tidore. Saya numpang selfie, ya. 😀
Benteng Talukko
Dari dalam Benteng Talukko, kita bisa menikmati pemandangan pantai serta Pulau Halmahera dan Tidore.
Danau Tolire
Danau Tolire di Ternate. Letaknya di bawah kaki Gunung Gamalama, gunung api tertingi di Maluku Utara.
Batu Angus Ternate
Kawasan wisata Batu Angus di Ternate. Semua batu di kawasan ini berwarna hitam dan berasal dari muntahan lava Gunung Gamalama pada tahun 1673. Dari ketinggian Batu Angus, kita bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama, bentangan laut, dan Pulau Halmahera. Cakep banget!
Batu Angus Ternate
Foto panorama Batu Angus, Ternate.
Pantai Sulamadaha Ternate
Pantai Sulamadaha, salah satu pantai yang terkenal di Ternate. Dari pantai ini, kita bisa melihat Pulau Hiri.

Ada banyak obyek menarik di Ternate. Sayang, saya hanya menghabiskan waktu dua hari untuk menjelahi kota ini. Jadi, saya belum sempat mengunjungi Teluk Saomadaha yang terkenal dengan pasir putih dan airnya yang bening.

Teluk Saomadaha bisa diakses dari Pantai Sulamadaha. Tapi, karena saya tiba di pantai ini terlalu sore (karena itu fotonya agak gelap ya), jadi gak sempat main ke sana. Semoga suatu hari nanti saya bisa berkunjung ke sana. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.