Renungan Awal Tahun: Toples Mayonaise dan Dua Cangkir Kopi

Gambar: http://www.livetradingnews.com

Gambar: http://www.livetradingnews.com

Artikel ini saya baca dari post seorang teman di Facebook-nya. Karena isinya bagus dan cukup mengena, jadi saya posting artikel ini di sini, sebagai renungan di awal tahun 2015…

Seorang profesor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples kosong mayonaise yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka menyetujuinya.

Sang profesor lalu mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya kepada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh. Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya, profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples. Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh. Para  murid dengan suara bulat berkata, “Yes”.

Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir.  Para  murid tertawa.

“Sekarang,” kata profesor ketika suara tawa mereda, “Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.”

“Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting: Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu yang lain hilang dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh.”

“Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil. Pasir adalah hal-hal yang lainnya—hal-hal yang sepele. Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples, maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf,” ujarnya.

“Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal yang sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian.”

“Jadi… beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam.

“Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan. Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf—hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya. 

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, “Kopi mewakili apa?”

Profesor tersenyum. “Saya senang kamu bertanya,” kata dia. “Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat…. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.