Surprise

Gambar: riverglenwealth.com
Gambar: riverglenwealth.com

Pernah suatu kali seorang teman baik bertanya, “Do you like surprise?”

Saat itu, saya jawab, “Iya, dong! I LIKE SURPRISE!

Begitu mantap, sangat yakin.

Are you sure?” tanya teman saya lagi. Mimik wajahnya menunjukkan keraguan dan rasa heran.

Yes, I’m sure. Why? Is there something wrong with that?” saya balik bertanya kepada dia.

No, off course not. But most people I know hate surprise.

Gantian saya yang memasang wajah heran. Iih, aneh banget sih, kok bisa-bisanya ada orang yang nggak suka dengan kejutan. Begitu pikir saya, dulu.

Ya, dulu. Percakapan itu terjadi hampir 10 tahun yang lalu.

Yah, orang berubah ya… Waktu dan pengalaman membuat kita berubah. Dalam 10 tahun, akhirnya saya sadar bahwa tidak semua kejutan itu menyenangkan. Hahaha, lama banget ya? 😀

Dulu, ketika mendengar kata “surprise”, yang ada dalam benak saya adalah good surprise, seperti dapat hadiah, menang undian, bertemu orang yang dikangeni, atau hal lainnya yang bagus-bagus. Padahal nyatanya, kejutan itu tak selalu menyenangkan. Ada yang bikin bete, syok, atau sedih dan kecewa. 😀

Jadi, kalau sekarang saya disodori pertanyaan serupa, sudah tentu jawaban saya berbeda. “I only like GOOD surprises!

Yah, kalau saya jadi kurang suka dengan kejutan, bukan berarti saya berubah jadi orang yang tak suka tantangan atau pesimis. Hanya saja, semakin bertambah umur (halah!), kenapa rasanya diri ini kepengin punya kontrol penuh terhadap apa yang bakal terjadi pada diri sendiri ya? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.